Minggu, 15 Desember 2013

Perpustakaan Ku


Asyiknya belajar ilmu perpustakaan…!!!!!!! “perpustakaan adalah sebuah institusi yang mengumpulkan pengetahuan atau infomasi baik tercetak maupun terekam yang dikelola dengan cara khusus guna memenuhi kebutuhan intelektualitas para penggunanya melalui beragam interaksi pengetahuan”. (RUU Perpustakaan Bab I Pasal 1).Ada pendapat lain tentang perpustakaan, begini “Perpustakaan berasal dari kata pustaka yang berarti tempat, gedung, ruangan, yang disediakan untuk pemeliharaan dan penggunaan koleksi buku. (Kamus Besar Bahasa Indonesia, 2002:912).Ilmu perpustakaan adalah suatu pengetahuan yang ada hubungannya dengan penyelenggaraan suatu perpustakaan untuk mencapai tujuannya, misalnya mengenai cara pengadaan buku, pengolahan bahan pustaka, pelayanan perpustakaan, jenis-jenis perpustakaan, pungsi dan tujuan dari masing-masing perpustakaan dan lain-lain (Zurni Zahara, Konsep Dasar Ilmu Perpustakaan)Temen-temen pembaca yang baik hati, pernakah Anda ke Perpustakaan…??? Yups, jawabannya pasti sudah donk, masa sebagai pencari ilmu sejati tidak pernah menyempatkan sedikit saja waktu luangnya untuk berkunjung ke Perpustakaan yang kuno ituuu….Dalam sejarah perkembangannya pun, perpustakaan telah di bangun pada masa khalifah Al Makmun dari Daulah Abbasiyah dan di beri nama Bait Al Hikmah yang telah melahrkan intelektual-intelektual terkemuka pada masa itu. Betapa tidak? Mereka didatangkan dan bahkan digaji oleh sang khalifah karena rasa cinta terhadap ilmu pengetahuan sangat tinggi, mungkin sampai mendarah daging” pikirku. Sejenak kita piker-pikir baik dan dalam-dalam yaa…Bait Al-Hikmah di Era Sang Khalifah Al Makmun Sejatinya Bait Al-Hikmah didirikan pada era kekuasaan Khalifah Harun Ar- Rasyid. Namun, lembaga yang awalnya berfungsi sebagai perpustakaan dan pusat penerjemahan yang berada di Baghdad itu berkembang pesat di era Kekhalifahan Al-Ma’mun. Pengganti Harun Ar-Rasyid itu mengembangkan Bait Al-Hikmah menjadi sebuah perguruan tinggi virtual pada zamannya.Lembaga pengetahuan itu pun menjelma menjadi tempat para ilmuwan Muslim mela kukan penelitian dan menimba ilmu. Pada era kekuasaan Al-Ma’mun, Bait Al- Hikmah pun dilengkapi dengan observatorium. Seja rah mencatat, pada era itu tak ada pusat studi di belahan dunia mana pun yang mampu menandingi dan menyaingi kehebatan Bait Al-Hikmah.Di Bait Al-Hikmah, segala macam ilmu pengetahuan dikaji, diteliti dan dikembangkan oleh para ilmuwan. Studi yang berkembang pesat di lembaga itu antara lain; mate matika, astronomi, kedokteran, zoologi, serta geografi. Sebagai khalifah yang dikenal sangat inovatif, Al-Ma’mun meminta para ilmuwan Muslim tak hanya menguasai pengetahuan hasil transfer dari peradaban lain saja. Okey baiklah para pembaca budiman yang sangat saya hormati, kita tidakakan jauh-jauh dengan membahas perpustakaan pada masa sejarah islam. Sebelumnya, apakah anda berfikir tetang perpustakaan hanya tempat rak buku yang tinggi, susunan buku yang membosankan dan mungkin hal-hal lain yang membuat anda semua berfikir tak usahlah ke perpustakaan, paling-paling hanya itu-itu aja yang dilihat dan di baca-baca bukunya. STOP DISCRIMINATION!!!!....Mari kita lihat, seberapa pentingnya peran perpustakaan di mata Anda,,,,,Perpustakaan melayani anda dengan cara cuma-cuma untuk mengakses informasi yang anda butuhkan. Bayangkan saja jika perpustakaan itu tidak ada, apa yang terjadi? 1000% tidak ada lulusan intelektual-intelektual terkemuka yang namanya masih menjamur di daratan ilmu pengetahuan sampai saat ini.Kita lihat di pedesaan, banyak orang yang tidak tahu tentang “Gerakan Membaca atau Indonesia Membaca” karena rata-rata program yang dicanangkan oleh pemerintah berkaitan dengan membaca itu hanya sampai ke batas kecamatan, dan tidak turun disosialisasikan ke desa-desa. Akibatnya apa, masyarakat yang sebenarnya rajin membaca itu tidak terpenuhi kebutuhannya. Kebutuhan akan informasi di mata masyarakat itu tensinya sangat tinggi untuk berbagai macam hal ihwal, seperti contoh untuk menopang hidup mereka serta mengawasi kinerja para atasan yang berdasi tikus.Perpustakaan mungkin hanyalah ruangan yang besar, tempat buku-buku di tata rapi di rak tanpa sepeser pun para pustakanya meminta imbalan sebagai gantinya, malah pustaka akan lebih senang jika banyak pengunjung yang mau ke perpustakaan, bahkan sampai meluluskan berbagai ilmuwan terkemuka. Kenapa harus ke perpustakaan, padahal media untuk mendapatkan informasi pun banyak? Jangan mudah terpengaruh…!!! untuk mendapatkan informasi tanpa observasi bahkan penelitian. Di perpustakaan adalah tempat kita mencari sumber informasi yang tepat dan akurat untuk melakukan penelitian, pertukaran budaya pun bisa (kalau mau). …..J J J
Sebagai pustakawan sejati, kita harus tahu dulu donk tentang peraturan perpustakaan yang sudah mendunia ini, baik dalam negeri maupun luar negeri…. Cita-cita saya jujur yaa saya ingin ke Bait Al Hikmah dimana tempat itu sudah saya jelaskan diatas tadi, tapi saya tetap ringan jari niii.. Perpustakaan itu merupakan perpustakaan yang tertua di dunia, tepatnya pada masa Daulah Abbasiyyah… Hayooo…. Dari temen-temen semua yaa, saya tanya nii, siapa yang suka perpustakaan atau lebih tepatnya yang gemar ke perpustakaan setiap jamnya ataupun setiap detiknya?? Ok, tidak ocehan melulu yaa, peraturan yang digunakan berbagai macam jenis perpustakaan pada dasarnya merujuk ke AACR2 dan DDC yang didalamnya terdapat berbagai aturan umum dan khusus untuk menyusun suatu sistem yang diterapkan pada kebanyakan perpustakaan baik konvesional maupun modern disebut juga “katalogisasi”.

Apa itu AACR dan DDC?sedikit saja tentang teori ini yaa…Anglo-American Cataloguing Rules (selanjutnya disingkat AACR) merupakan peraturanpengatalogan untuk semua jenis bahan perpustakaan baik tercetak maupun noncetak. AACRterbit pertama kali pada tahun 1967 dikenal dengan AACR1. Prinsip umum peraturan tersebutdidasarkan atas “Statement of Principles” yang disetujui oleh 53 negara pada InternationalConference on Cataloging Principles di Paris tahun 1961.Tahun 1988 dilakukan revisi terhadapAACR1 sehingga terbitlah AACR edisi kedua yang lebih dikenal dengan AACR2, sebagai hasilkerjasama antara American Library Association, Library Association (Inggris), Library ofCongress, dan Canadian Library Association. Pada tahun 2002 dilakukan revisi terhadap AACR2dan terakhir pada tahun 2005 diterbitkan pemuktahiran terhadap AACR2 revisi 2002 dengan judul“Anglo-American Cataloguing Rules Second Edition 2002 Revision 2005 Update1”. Sedangkan DDC adalah The Dewey Decimal Classification system is used in many libraries. The system divides the world’s knowledgeinto 10 main classes. Each class is then broken down into more specific categories. Below is the list of the 10main classes2”. Dengan keberadaan peraturan perpustakaan dapat menyeragamkan sistemnya agar terlihat rapid an memenuhi standar sistem katalog.Mas, kenapa di perpustakaan-perpustakaan daerah lain penerapan peraturannya berbeda jauh dengan standar AACR dan DDC? Apakah nanti tidak menimbulkan ajaran ilmu sesat? Jawabannya adalah jika setiap perpustakaan mempunyai sistem yang berbeda itu berarti menandakan perpustakaannya paham. Karena mereka bisa menciptakan variasi dan mengembangkan rumusan sistem tersendiri dan itu tidak jadi masalah karena sesuai dengan kondisi perpustakaan itu sendiri, tidak harus jika perpustakaan modern menggunakan sistem kotalognya perpustakaan pribadi/khusus. Berarti jawabannya boleh. Silahkan anda menggunakan sistem yang mana asal sistem katalognya merupakan cabang dari AACR ataupun DDC.Eehh banyak loo, situs-situs yang memuat perpustakaan itu hanya sebuah ruangan yang gede kalau gak ada AC nya bau kutu buku yang rajin membaca buku bahkan sampai tidur di ruangan itu tanapa memikirkan permasalahan yang sedang dia hadapi. Padahal, jika mereka membuka kedua bola matanya pasti akan menyadari perpustakaan tak hanya tempat dimana ada pustakawan dan buku-buku yang dirasa hanya itu-itu saja, tetapi lebih dari itu karena perpustakaan sekarang bisa beradaptasi seiring perkembangan zaman teknologi yang tercanggih….!!!!Salam temen-temen yang saya sayangi….Untuk temen-temen yang suka dengan perpustakaan akan saya kasih link dulu yaa tentang perpustakaan…..Sulistyo Basuki.Information Literacy.pdfIni menyangkut peprustakaan pertama di duniaPSI/Al-Ma’mun,%20Sang%20Tiang%20Penopang%20Ilmu%20Pengetahuan%20Islam%20%20%20Yoga%20Constantine's%20Blog.htm

ini link untuk perpustakaan salah satunya:

Rabu, 20 November 2013

Hasil Resume Seminar
Membangun Jiwa Entepreneurship pada Mahasiswa
Melalui Kegiatan Magang Kewirausahaan pada UIN Sunan Kalijaga
Yogyakarta
Tahun 2013
Informasi tahun 2013, panitia magang di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta membuka pelatihan magang dengan kuota 245 peserta dari total peserta yang mendaftar 500 mahasiswa yang nantinya akan dibagi kedalam 35 kelompok masing-masing beranggotakan 7 peserta. Adapun rincian dari pelatihan magang itu sendiri terdiri dari jasa, technopreneur, echopreneur, perdagangan, dan kuliner.  Pelaksanaannya dimulai pada tanggal 17-19 November 2013 dengan rincian 7 sesi atau tahapan, setiap sesi selama 7 hari.
Native 1
Bapak Pendamping sekaligus Kepala Pusat Studi Magang, Abdur Rozaki Msi, mengatakan bahwa “dalam membangun kewirausahaan itu “Jatuh Bangun”, yang artinya dalam membangun wirausaha tidak serta merta dan semudah membalikkan kedua telapak tangan kita. Akan tetapi dengan mulai dari angka 0 dulu, istilahnya kecil-kecilan. Beliau juga mengisahkan perjuangan Bapak Rektor UIN Sunan Kalijaga, bahwa dalam perjalanannya beliau (Rektor UIN) mengalami kegagalan sebanyak 3 kali, hingga kemudian hari Bapak Rektor pun maju untuk menjadi Rektor UIN Sunan Kalijaga. Bapak Abdur berpendapat bahwa, didalam wirausaha segala kegiatan dibagi menjadi 4 tipologi:
1.       Imployee (pekerja)
Seorang pekerja tidak akan pernah digaji oleh majikannya jika dia tidak patuh atau berbuat baik kepada majikannya.
2.       Self Imployee (profesional)
Lebih dalam lagi, kesuksesan tidak akan terwujud jika seorang wiraswasta tidak mempunyai keahlian khusus dalam mengembangkan wirausahanya, sehingga dituntu untuk bekerja lebih keras lagi. Dengan “kerja keras” lah sesuatu impian itu akan terwujud.
3.       Bussines (Bisnis)
Dikatakannya lebih dalam lagi, jika sesorang wirausaha telah melewati point 1 dan 2 di atas, tahap selanjutnya merupakan fase enak (santai). Karena tidak lagi mencari barang atau order kesana kemari sendirian, sekarang ada istilah “atasan-bawahan”. Konsep ini menjadi system yang terus berlaku di instansi pemerintah maupun di perusahaan-perusahaan lainnya.
4.       Investor
Seorang bisnisman akan mencapai tingkat ini jika dia mahir dalam mengkalkulasi kegiatan yang secara sirkulasi terus berjalan sesuai dengan arahan pimpinan. Investor akan menanmamkan modalnya di perusahaan tertentu jika perusahaan itu terus berkembang pesat.


Native 2
Rector UIN Sunan Kalijaga Bapak Musa Asy’ari .

Sungguh memberi warna semangat tinggi dalam acara seminar kali ini, beliau manusia terpandang di kampus UIN tercinta ini, beliau lulusan fakultas dakwah UIN Sunan Kalijaga. Beliau seorang figur yang berjiwa wirausaha tinggi. Dalam memberi motivasi kepada peserta magang UIN Sunan Kalijaga kali ini sangat semangat. Beliau menceritakan tentang sedikit wirausaha yang telah beliau lalui pada masa-masa mudanya. Beliau mulai berwirausaha dari pengecoran logam juga dari hasil latihan magang. Beliau menjelaskan motivasi-motivasi yang telah diberikannya kepada peserta magang. “Tangan di atas lebih mulia daripada tangan di bawah” dan satu trik yang paling jitu menurut saya adalah pesannya “jika kita ingin berwirausaha, maka tutuplah rapat-rapat hatimu untuk PNS” . Itulah inti dari sekian banyak motivasi yang diberikan kepada pelaku magang tahun 2013. Menurutnya memasuki dunia entepreneurship dimulai dari pasar serta memahami kondisi pasar. Mengutip dari pernyataan Bapak Jusuf Kalla yang berbunyi “Wirausaha tidak tergantung pada status, jenjang, dan bahkan jenis pendidikan”, semua boleh mencoba dan menekuni wirausaha dengan cara mereka sendiri.
Native 3
Saptuari Sugiarto Pemilik KEDAI DIGITAL

Menurutnya, untuk memulai sebuah wirausaha itu harus dari yang kecil dulu, semisal makelar. Disitu, kita akan mendapatkan ilmu tentang wirausaha yang sesungguhnya. Tetapi dalam penafsiran saya lebih lanjut, seseorang yang berwirausaha itu mempunyai kemampuan dalam berbagai bidang dan tidak ditentukan dengan asal-asalan, tetapi alangkah bagusnya bagi para pemula untuk mencoba menjadi makelar terlebih dahulu. Ada satu kata dalam wirausaha “berjuanglah”, inilah yang menjadi pedoman kita dalam mempraktekkan dan menggerakkan rencana yang sudah siap kita realisasikan karena tidak banyak pengusaha yang putus asa karena bangkrut dan tidak berfikir positif serta mengambil pelajaran dari usahanya tersebut. Berbagai trik yang dia pelajari serta dilakukannya, ada 4 yaitu:
a.       Bisnis yang jujur akan dan pasti hancur
b.      Ingin sukses tidak mau membayar
c.       Mulai dari langkah pertama
d.      Usaha Kreatif Milyaran (UKM)




Selain itu, ada 6 jurus ampuh dalam entepreneurship:
a.       Putusin urat Malu.
        Maksudnya tidak usah malu dengan caramu yang penting menurut kamu itulah cara terbaik dan jangan hiraukan celotehan teman-temanmu. Karena dengan cara inilah kita bisa membangun kembali usaha yang telah gagal sampai berkali-kali, dan yang akan berkembang.
b.      The Power of Kepepet.
        Tidak hanya bagi orang yang punya wirausaha saja yang bisa menjalankan trik jurus ini, orang yang tidak mempunyai pemikiran tentang wirausaha yang baik pun masih bisa melakukan perdagangan atau makelaran dalam hal kepepet.
c.       Habiskan jatah Gagalmu.
        Teruslah untuk bersemangat dalam usaha yang telah kamu jalani bertahun-tahun, dengan begitu jatah gagalmu akan berkurang. Dan bersiaplah untuk menerima kesuksesan yang nyata. Allah pun telah berjanji “…sesungguhnya didalam kesusahan terdapat kemudahan…”
d.      Libatkan Tuhanmu
        Sesukses apapun, dan seburuk apapun usaha yang telah kita dapatkan kita capai tidak terlepas dari uluran kasih sayang Tuhan terhadap kita. Maka dari itu, setelah sukses atau sedang berkembang mintalah kepada Tuhan semata karena rizki ada padaNya, dengan cara member makan kepada anak yatim atau orang yang sedang berpuasa selama 40 hari. Subhanallah …. Jika kita mengalami kesusahan segeralah ingat, bahwa yang kita lakukan mungkin keliru bukan karena cara kita yang salah jadi usaha kita tidak berkembang.
e.      Tekun dan Fokus.
        Seorang wirausaha kita dituntut untuk tekun dan focus dalam segala kegiatan wirausaha. Kita tidak boleh lengah sekalipun usaha kita mengalami kemajuan atau kemunduran.

f.        Mulai Bergerak Sekarang.
        Setelah mendapatkan ilmu yang praktis ini apakah kita harus menunggu hingga lulus kuliah atau setelah kita menikah. Tentu jawabannya TIDAK, bukan? Mungkin seseorang untuk menjalankan ilmunya merasa kesulitan. Maka dari itu, kita harus mulai dari yang kecil-kecil dulu, seperti menjualkan barang-barang milik temannya, dll. Jadi untuk menjalankan wirausaha kita tetap membutuhkan awalan dahulu, tidak bisa serta merta. Contohnya, kita ingin menjadi peternak sapi. Apakah kita langsung mendapatkannya dengan instan? Apakah modal kita cukup untuk merawat, memproduksi, bahkan membuat kandang rumah dengan modal sendiri? Tentu saja tidak demikian, karena persoalannya tidak seperti kita menjual tempe goring saja. Disini kita dituntut untuk berfikir luas lagi, karena menyangkut peternak sapi itu merupakan usaha jangka panjang dan memberikan lapangan pekerjaan bagi orang lain.

Minggu, 27 Oktober 2013

Al Qur'an dan Hadits

Al Qur'an adalah kalam Allah sebagai mu'jizat serta diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW melalui perantara malaikat jibril (Ruhul Amin) dan sampai kepada kita secara mutawatir dan bagi yang membacanya dianggap ibadah. Al Qur