Asyiknya belajar ilmu perpustakaan…!!!!!!! “perpustakaan
adalah sebuah institusi yang mengumpulkan pengetahuan atau infomasi baik
tercetak maupun terekam yang dikelola dengan cara khusus guna memenuhi
kebutuhan intelektualitas para penggunanya melalui beragam interaksi
pengetahuan”. (RUU Perpustakaan Bab I Pasal 1).Ada pendapat lain tentang
perpustakaan, begini “Perpustakaan berasal dari kata pustaka yang berarti
tempat, gedung, ruangan, yang disediakan untuk pemeliharaan dan penggunaan
koleksi buku. (Kamus Besar Bahasa Indonesia, 2002:912).Ilmu perpustakaan adalah
suatu pengetahuan yang ada hubungannya dengan penyelenggaraan suatu perpustakaan
untuk mencapai tujuannya, misalnya mengenai cara pengadaan buku, pengolahan
bahan pustaka, pelayanan perpustakaan, jenis-jenis perpustakaan, pungsi dan
tujuan dari masing-masing perpustakaan dan lain-lain (Zurni Zahara, Konsep Dasar
Ilmu Perpustakaan)Temen-temen pembaca yang baik hati, pernakah Anda ke
Perpustakaan…??? Yups, jawabannya pasti sudah donk, masa sebagai pencari ilmu
sejati tidak pernah menyempatkan sedikit saja waktu luangnya untuk berkunjung ke
Perpustakaan yang kuno ituuu….Dalam sejarah perkembangannya pun, perpustakaan
telah di bangun pada masa khalifah Al Makmun dari Daulah Abbasiyah dan di beri
nama Bait Al Hikmah yang telah melahrkan intelektual-intelektual terkemuka pada
masa itu. Betapa tidak? Mereka didatangkan dan bahkan digaji oleh sang khalifah
karena rasa cinta terhadap ilmu pengetahuan sangat tinggi, mungkin sampai
mendarah daging” pikirku. Sejenak kita piker-pikir baik dan dalam-dalam yaa…Bait
Al-Hikmah di Era Sang Khalifah Al Makmun Sejatinya Bait Al-Hikmah didirikan pada
era kekuasaan Khalifah Harun Ar- Rasyid. Namun, lembaga yang awalnya berfungsi
sebagai perpustakaan dan pusat penerjemahan yang berada di Baghdad itu
berkembang pesat di era Kekhalifahan Al-Ma’mun. Pengganti Harun Ar-Rasyid itu
mengembangkan Bait Al-Hikmah menjadi sebuah perguruan tinggi virtual pada
zamannya.Lembaga pengetahuan itu pun menjelma menjadi tempat para ilmuwan
Muslim mela kukan penelitian dan menimba ilmu. Pada era kekuasaan Al-Ma’mun,
Bait Al- Hikmah pun dilengkapi dengan observatorium. Seja rah mencatat, pada
era itu tak ada pusat studi di belahan dunia mana pun yang mampu menandingi dan
menyaingi kehebatan Bait Al-Hikmah.Di Bait Al-Hikmah, segala macam ilmu
pengetahuan dikaji, diteliti dan dikembangkan oleh para ilmuwan. Studi yang
berkembang pesat di lembaga itu antara lain; mate matika, astronomi,
kedokteran, zoologi, serta geografi. Sebagai khalifah yang dikenal sangat
inovatif, Al-Ma’mun meminta para ilmuwan Muslim tak hanya menguasai pengetahuan
hasil transfer dari peradaban lain saja. Okey baiklah para pembaca budiman yang
sangat saya hormati, kita tidakakan jauh-jauh dengan membahas perpustakaan pada
masa sejarah islam. Sebelumnya, apakah anda berfikir tetang perpustakaan hanya
tempat rak buku yang tinggi, susunan buku yang membosankan dan mungkin hal-hal
lain yang membuat anda semua berfikir tak usahlah ke perpustakaan,
paling-paling hanya itu-itu aja yang dilihat dan di baca-baca bukunya. STOP
DISCRIMINATION!!!!....Mari kita lihat, seberapa pentingnya peran perpustakaan
di mata Anda,,,,,Perpustakaan melayani anda dengan cara cuma-cuma untuk
mengakses informasi yang anda butuhkan. Bayangkan saja jika perpustakaan itu
tidak ada, apa yang terjadi? 1000% tidak ada lulusan intelektual-intelektual
terkemuka yang namanya masih menjamur di daratan ilmu pengetahuan sampai saat
ini.Kita lihat di pedesaan, banyak orang yang tidak tahu tentang “Gerakan
Membaca atau Indonesia Membaca” karena rata-rata program yang dicanangkan oleh
pemerintah berkaitan dengan membaca itu hanya sampai ke batas kecamatan, dan
tidak turun disosialisasikan ke desa-desa. Akibatnya apa, masyarakat yang
sebenarnya rajin membaca itu tidak terpenuhi kebutuhannya. Kebutuhan akan
informasi di mata masyarakat itu tensinya sangat tinggi untuk berbagai macam
hal ihwal, seperti contoh untuk menopang hidup mereka serta mengawasi kinerja
para atasan yang berdasi tikus.Perpustakaan mungkin hanyalah ruangan yang
besar, tempat buku-buku di tata rapi di rak tanpa sepeser pun para pustakanya
meminta imbalan sebagai gantinya, malah pustaka akan lebih senang jika banyak
pengunjung yang mau ke perpustakaan, bahkan sampai meluluskan berbagai ilmuwan
terkemuka. Kenapa harus ke perpustakaan, padahal media untuk mendapatkan
informasi pun banyak? Jangan mudah terpengaruh…!!! untuk mendapatkan informasi
tanpa observasi bahkan penelitian. Di perpustakaan adalah tempat kita mencari
sumber informasi yang tepat dan akurat untuk melakukan penelitian, pertukaran
budaya pun bisa (kalau mau). …..J J J
Sebagai pustakawan sejati, kita harus tahu dulu donk tentang peraturan perpustakaan yang sudah mendunia ini, baik dalam negeri maupun luar negeri…. Cita-cita saya jujur yaa saya ingin ke Bait Al Hikmah dimana tempat itu sudah saya jelaskan diatas tadi, tapi saya tetap ringan jari niii.. Perpustakaan itu merupakan perpustakaan yang tertua di dunia, tepatnya pada masa Daulah Abbasiyyah… Hayooo…. Dari temen-temen semua yaa, saya tanya nii, siapa yang suka perpustakaan atau lebih tepatnya yang gemar ke perpustakaan setiap jamnya ataupun setiap detiknya?? Ok, tidak ocehan melulu yaa, peraturan yang digunakan berbagai macam jenis perpustakaan pada dasarnya merujuk ke AACR2 dan DDC yang didalamnya terdapat berbagai aturan umum dan khusus untuk menyusun suatu sistem yang diterapkan pada kebanyakan perpustakaan baik konvesional maupun modern disebut juga “katalogisasi”.
Apa itu AACR dan DDC?sedikit saja tentang teori ini yaa…Anglo-American Cataloguing Rules (selanjutnya disingkat AACR) merupakan peraturanpengatalogan untuk semua jenis bahan perpustakaan baik tercetak maupun noncetak. AACRterbit pertama kali pada tahun 1967 dikenal dengan AACR1. Prinsip umum peraturan tersebutdidasarkan atas “Statement of Principles” yang disetujui oleh 53 negara pada InternationalConference on Cataloging Principles di Paris tahun 1961.Tahun 1988 dilakukan revisi terhadapAACR1 sehingga terbitlah AACR edisi kedua yang lebih dikenal dengan AACR2, sebagai hasilkerjasama antara American Library Association, Library Association (Inggris), Library ofCongress, dan Canadian Library Association. Pada tahun 2002 dilakukan revisi terhadap AACR2dan terakhir pada tahun 2005 diterbitkan pemuktahiran terhadap AACR2 revisi 2002 dengan judul“Anglo-American Cataloguing Rules Second Edition 2002 Revision 2005 Update1”. Sedangkan DDC adalah The Dewey Decimal Classification system is used in many libraries. The system divides the world’s knowledgeinto 10 main classes. Each class is then broken down into more specific categories. Below is the list of the 10main classes2”. Dengan keberadaan peraturan perpustakaan dapat menyeragamkan sistemnya agar terlihat rapid an memenuhi standar sistem katalog.Mas, kenapa di perpustakaan-perpustakaan daerah lain penerapan peraturannya berbeda jauh dengan standar AACR dan DDC? Apakah nanti tidak menimbulkan ajaran ilmu sesat? Jawabannya adalah jika setiap perpustakaan mempunyai sistem yang berbeda itu berarti menandakan perpustakaannya paham. Karena mereka bisa menciptakan variasi dan mengembangkan rumusan sistem tersendiri dan itu tidak jadi masalah karena sesuai dengan kondisi perpustakaan itu sendiri, tidak harus jika perpustakaan modern menggunakan sistem kotalognya perpustakaan pribadi/khusus. Berarti jawabannya boleh. Silahkan anda menggunakan sistem yang mana asal sistem katalognya merupakan cabang dari AACR ataupun DDC.Eehh banyak loo, situs-situs yang memuat perpustakaan itu hanya sebuah ruangan yang gede kalau gak ada AC nya bau kutu buku yang rajin membaca buku bahkan sampai tidur di ruangan itu tanapa memikirkan permasalahan yang sedang dia hadapi. Padahal, jika mereka membuka kedua bola matanya pasti akan menyadari perpustakaan tak hanya tempat dimana ada pustakawan dan buku-buku yang dirasa hanya itu-itu saja, tetapi lebih dari itu karena perpustakaan sekarang bisa beradaptasi seiring perkembangan zaman teknologi yang tercanggih….!!!!Salam temen-temen yang saya sayangi….Untuk temen-temen yang suka dengan perpustakaan akan saya kasih link dulu yaa tentang perpustakaan…..Sulistyo Basuki.Information Literacy.pdfIni menyangkut peprustakaan pertama di duniaPSI/Al-Ma’mun,%20Sang%20Tiang%20Penopang%20Ilmu%20Pengetahuan%20Islam%20%20%20Yoga%20Constantine's%20Blog.htm
Sebagai pustakawan sejati, kita harus tahu dulu donk tentang peraturan perpustakaan yang sudah mendunia ini, baik dalam negeri maupun luar negeri…. Cita-cita saya jujur yaa saya ingin ke Bait Al Hikmah dimana tempat itu sudah saya jelaskan diatas tadi, tapi saya tetap ringan jari niii.. Perpustakaan itu merupakan perpustakaan yang tertua di dunia, tepatnya pada masa Daulah Abbasiyyah… Hayooo…. Dari temen-temen semua yaa, saya tanya nii, siapa yang suka perpustakaan atau lebih tepatnya yang gemar ke perpustakaan setiap jamnya ataupun setiap detiknya?? Ok, tidak ocehan melulu yaa, peraturan yang digunakan berbagai macam jenis perpustakaan pada dasarnya merujuk ke AACR2 dan DDC yang didalamnya terdapat berbagai aturan umum dan khusus untuk menyusun suatu sistem yang diterapkan pada kebanyakan perpustakaan baik konvesional maupun modern disebut juga “katalogisasi”.
Apa itu AACR dan DDC?sedikit saja tentang teori ini yaa…Anglo-American Cataloguing Rules (selanjutnya disingkat AACR) merupakan peraturanpengatalogan untuk semua jenis bahan perpustakaan baik tercetak maupun noncetak. AACRterbit pertama kali pada tahun 1967 dikenal dengan AACR1. Prinsip umum peraturan tersebutdidasarkan atas “Statement of Principles” yang disetujui oleh 53 negara pada InternationalConference on Cataloging Principles di Paris tahun 1961.Tahun 1988 dilakukan revisi terhadapAACR1 sehingga terbitlah AACR edisi kedua yang lebih dikenal dengan AACR2, sebagai hasilkerjasama antara American Library Association, Library Association (Inggris), Library ofCongress, dan Canadian Library Association. Pada tahun 2002 dilakukan revisi terhadap AACR2dan terakhir pada tahun 2005 diterbitkan pemuktahiran terhadap AACR2 revisi 2002 dengan judul“Anglo-American Cataloguing Rules Second Edition 2002 Revision 2005 Update1”. Sedangkan DDC adalah The Dewey Decimal Classification system is used in many libraries. The system divides the world’s knowledgeinto 10 main classes. Each class is then broken down into more specific categories. Below is the list of the 10main classes2”. Dengan keberadaan peraturan perpustakaan dapat menyeragamkan sistemnya agar terlihat rapid an memenuhi standar sistem katalog.Mas, kenapa di perpustakaan-perpustakaan daerah lain penerapan peraturannya berbeda jauh dengan standar AACR dan DDC? Apakah nanti tidak menimbulkan ajaran ilmu sesat? Jawabannya adalah jika setiap perpustakaan mempunyai sistem yang berbeda itu berarti menandakan perpustakaannya paham. Karena mereka bisa menciptakan variasi dan mengembangkan rumusan sistem tersendiri dan itu tidak jadi masalah karena sesuai dengan kondisi perpustakaan itu sendiri, tidak harus jika perpustakaan modern menggunakan sistem kotalognya perpustakaan pribadi/khusus. Berarti jawabannya boleh. Silahkan anda menggunakan sistem yang mana asal sistem katalognya merupakan cabang dari AACR ataupun DDC.Eehh banyak loo, situs-situs yang memuat perpustakaan itu hanya sebuah ruangan yang gede kalau gak ada AC nya bau kutu buku yang rajin membaca buku bahkan sampai tidur di ruangan itu tanapa memikirkan permasalahan yang sedang dia hadapi. Padahal, jika mereka membuka kedua bola matanya pasti akan menyadari perpustakaan tak hanya tempat dimana ada pustakawan dan buku-buku yang dirasa hanya itu-itu saja, tetapi lebih dari itu karena perpustakaan sekarang bisa beradaptasi seiring perkembangan zaman teknologi yang tercanggih….!!!!Salam temen-temen yang saya sayangi….Untuk temen-temen yang suka dengan perpustakaan akan saya kasih link dulu yaa tentang perpustakaan…..Sulistyo Basuki.Information Literacy.pdfIni menyangkut peprustakaan pertama di duniaPSI/Al-Ma’mun,%20Sang%20Tiang%20Penopang%20Ilmu%20Pengetahuan%20Islam%20%20%20Yoga%20Constantine's%20Blog.htm
ini link untuk perpustakaan salah satunya:
Tidak ada komentar:
Posting Komentar